Saturday, August 29, 2009

kedai tengah alam

Setiap orang dilahirkan untuk menjadi juara. Juara setiap pertandingan mudah untuk dinilai, tapi apakah nilai juara pada kehidupan.?

Ada yang menyatakan cukup makan minum dan pakaian. Untuk menyedapkan hati, cukuplah seadanya. Tapi bila kita berselisih dengan orang berkereta besar, kita tak lari dari menjeling. Bila lah agaknya aku mampu seperti kamu..?

Pada orang yang beriman, material untuk kehidupan bukan ukuran kejayaan. Andai kita berpegang kepada iman, bersyukurlah dengan rezeki yang Allah beri. Kisah pengajaran untuk aku, rajinlah mengaji... Insyallah segala kekurangan akan ditampung dari zikir yang kita bacakan setiap lima waktu.

........... aku termenung sendirian.......

Untuk berjaya bukan sekadar berkata-kata. Tapi kekadang dari kata-kata akan menjadi pemacu untuk kita terus ke depan. Pendidikan bukan surat jaminan kekayaan, tapi pendidikan adalah asas kepada seseorang yang mengecap nikmat kehidupan.

Kemana arah hidupku..? adakah hidup aku hanya mengikut arus..?

Oh tidak... kekadang arus juga menyesatkan. Aku adalah nakhoda kapal. Masakan aku membiarkan hidupku belayar tanpa talian kompas.? Apa akan jadi kalau arus itu menuju ombak besar..?

Aku harus melihat kanan kiri dan keadaan sekeliling. Andai orang lain boleh membuka bazaar, membuka kedai tengah alam, menjual bundle yang pesat berkembang, mengejar Dr. untuk menjadi pengurus besar.... mengapa aku sekadar menjadi pemerhati kepada kemajuan..?

Ya Allah. Berikan aku petunjuk, arah mana sebenarnya kehidupan aku. Benarkah kata-kata ini..... andai orang lain boleh, mengapa kita harus tercicir..?

/me meniti hari-hari usang

No comments:

Post a Comment